Pencarian selama dua hari di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Iyang, Pegunungan Argopuro, berakhir dengan kabar baik. Tiga pendaki yang sempat dilaporkan hilang akhirnya ditemukan hidup oleh tim SAR gabungan pada Kamis (20/8) dini hari, setelah proses evakuasi yang menantang medan terjal dan minimnya visibilitas di malam hari.
Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo membenarkan kabar tersebut. "Alhamdulillah, ketiga survivor ditemukan selamat," ujarnya saat ditemui jurnalis di base camp pencarian.
Kronologi Hilangnya Pendaki di Gunung Kerincing
Insiden bermula ketika empat pendaki memulai pendakian pada Senin (17/8) sekitar pukul 22.00 WIB dari sisi Bondowoso. Rombongan ini menargetkan Gunung Kerincing yang berada di kawasan SM Iyang, wilayah yang membentang di perbatasan Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, dan Jember.
Keesokan harinya, Selasa (18/8) sekitar pukul 13.00 WIB, salah satu pendaki bernama Dafa (17), warga Desa Sumber Pandan Grujukan Bondowoso, memutuskan turun karena mengalami cedera. Dafa sempat mengajak rekan-rekannya untuk kembali, namun tiga pendaki lainnya bersikukuh melanjutkan perjalanan.
Ketiga pendaki yang kemudian dilaporkan hilang itu sempat diidentifikasi bernama Steven (23), Adi (22), dan Eza (21). Setelah proses wawancara, tim SAR meralat asal-usul mereka. "Setelah kami interview, korban berasal dari Bali, Magelang, dan Botolinggo," tandas Aryo Dwi Wibowo.
Proses Evakuasi yang Menempuh Waktu 11,5 Jam
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Polri/TNI, BPBD, relawan, dan potensi SAR lainnya memulai pencarian pada Selasa (18/8) pukul 13.00 WIB. Ketiga pendaki akhirnya ditemukan sekitar pukul 19.00 WIB dalam kondisi berkumpul bersama, kelelahan, dan kelaparan.
Perjalanan evakuasi dari titik penemuan menuju base camp memakan waktu hingga 11,5 jam, selesai sekitar pukul 23.30 malam. Kondisi medan yang sulit dan kegelapan malam menjadi faktor utama yang memperlambat pergerakan tim penyelamat dan survivor.
Tips Keamanan Sebelum Mendaki Argopuro
Insiden ini menjadi pengingat bahwa pendakian di Pegunungan Argopuro bukan sekadar uji fisik, tetapi juga manajemen risiko. Cuaca di kawasan SM Iyang dapat berubah cepat, sementara jalur di sisi timur dikenal minim marka dan membutuhkan navigasi yang matang.
Bagi traveler yang berencana menaklukkan gunung dengan ketinggian sekitar 3.088 meter di atas permukaan laut ini, pastikan kondisi fisik prima dan cek prakiraan cuaca sebelum berangkat. Pendakian sebaiknya dilakukan dalam kelompok yang solid dengan kesepakatan batas waktu yang jelas, serta selalu berkomunikasi dengan base camp.
Pastikan pula perlengkapan navigasi seperti peta offline, kompas, atau GPS dibawa, karena sinyal telepon seluler sangat terbatas di sebagian besar jalur. Jika salah satu anggota tim mengalami cedera atau kelelahan, keputusan untuk turun bersama adalah pilihan paling bijak dibanding memaksakan diri melanjutkan perjalanan.
Untuk informasi terkini mengenai kondisi jalur pendakian dan regulasi di kawasan Suaka Margasatwa Iyang, calon pendaki dapat berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat atau komunitas pecinta alam di Bondowoso sebelum memulai perjalanan.